Malu Bagian Dari Iman






سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِي


عَنْ أَبيْ مَسْعُوْدٍ عُقبَةَ بنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِيِّ البَدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم (إِنَّ مِمَّا أَدرَكَ النَاسُ مِن كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى إِذا لَم تَستَحْيِ فاصْنَعْ مَا شِئتَ) رواه البُخارِيُّ

Dari Abu Masud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya, di antara wasiat para nabi terdahulu yang dipahami oleh manusia adalah, Jika kamu tidak malu maka lakukanlah sesukamu. (HR. Al-Bukhari)

Dan Allah Azza Wa Jalla Cinta Kepada Orang-Orang Yang Malu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِيٌّ سِتِّيْرٌ يُـحِبُّ الْـحَيَاءَ وَالسِّتْرَ ، فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ.
 
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Pemalu, Maha Menutupi, Dia mencintai rasa malu dan ketertutupan. Apabila salah seorang dari kalian mandi, maka hendaklah dia menutup diri.”

Dan Malu juga Sebagai benteng Pemiliknya untuk Melakukan Maksiat. Malu karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat kita, Malu tubuh ini yang telah diberikan digunakan untuk maksiat. Malu ada 2 malaikat yang mencatat perbuatan kita dan Malu mengaku cinta rosullulah tapi melakukan maksiat yang tidak disukai Beliau.

Ada salah seorang Shahabat Radhiyallahu anhu yang mengecam saudaranya dalam masalah malu dan ia berkata kepadanya, “Sungguh, malu telah merugikanmu.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْهُ ، فَإِنَّ الْـحَيَاءَ مِنَ الإيْمَـانِ.

“Biarkan dia, karena malu termasuk iman.”

Semoga bermanfaat.

Donasi Darul Tahfidz Al Kausar yatim dhuafa

YAYASAN ARISAN NASI INDONESIA
Bank Mandiri 1340010363041

Syukron Jazakumullahu Khairan barakallahu fikum

Contact Us :
Wa: 081289851319
FB : Arisan nasi
Instagram : Darul Tahfidz Al Kausar
YOUTUBE : Yayasan Arisan Nasi Indonesia
Email : Arisannasi@gmail.com
Website : http://www.arisannasi.org/

0 Comments