MENGAMALKAN AL QURAN




  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم


(Kajian Kitabul Adab)

Al Quranul Karim bukan sekedar untuk dibaca , dihafalkan, namun juga untuk difahami maknanya, di tadaburi dan diamalkan.

Syaikh Fuad bin Abdul Aziz as Syalhub -hafidzahullah- berkata :


العملُ بِالْقُرْآنِ  بِتَحْلِيْلِ حَلَالِهِ، وَتَحْرِيْمِ حَرَامِهِ، وَالْوُقُوْفُ عِنْدَ نَهْيِهِ، وَالِائْتِمَارُ بِأَمْرِهِ، وَالْعَمَلُ بِمُحْكَمِهِ ، وَالْإِيْمَانُ بِمُتَشَابِهِهِ، وإقامة حدوده وحروفه . ولقد جاء نهي شديد فيمن آتاه الله القرآن ثم لم يعمل به .
Mengamalkan Al Qur’an dengan cara menghalalkan apa yang telah dihalalkannya, dan mengharamkan dengan apa yang telah diharamkannya, tidak melanggar apa yang telah dilarangnya, melaksanakan apa yang telah diperintahkannya, mengamalkan ayat ayat muhkamnya, dan mengimani ayat ayat mutasyabihnya, menunaikan batasan batasannya dan huruf hurufnya.

Ada sebuah riwayat yang melarang dengan keras bagi orang yang diberikan oleh Allah Al Qur’an akan tetapi dia tidak mengamalkannya.


ففي صحيح البخاري من حديث رؤيا النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -الطويل-  قَالاَ: انْطَلِقْ، فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُضْطَجِعٍ عَلَى قَفَاهُ وَرَجُلٌ قَائِمٌ عَلَى رَأْسِهِ بِفِهْرٍ  أَوْ صَخْرَةٍ  فَيَشْدَخُ بِهِ رَأْسَهُ، فَإِذَا ضَرَبَهُ تَدَهْدَهَ الحَجَرُ، فَانْطَلَقَ إِلَيْهِ لِيَأْخُذَهُ، فَلاَ يَرْجِعُ إِلَى هَذَا حَتَّى يَلْتَئِمَ رَأْسُهُ وَعَادَ رَأْسُهُ كَمَا هُوَ، فَعَادَ إِلَيْهِ، فَضَرَبَهُ، قُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ قَالاَ: انْطَلِقْ ثُمَّ فَسَّرَ له ذلك صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَالَّذِي رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ، فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَنَامَ عَنْهُ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ بِالنَّهَارِ، يُفْعَلُ بِهِ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
 
Maka didalam shahih Bukhari dalam hadits mimpi Nabi shalallahu alaihi wasallam yang panjang yang isinya….”Kedua Malaikat itu berkata, Pergilah (Muhammad), maka kami pun pergi, hingga kami menjumpai seseorang yang tertidur terlentang dan seseorang berdiri tepat dikepalanya, dengan memegang batu, lalu batu itu dipukulkan ke kepalanya,  ketika ia melemparnya maka batu itu pun menggelinding lalu dia pun beranjak mengambil batu tersebut, dan tidaklah ia kembali kepada orang tersebut kecuali kepalanya kembali utuh seperti semula, lalu iapun memukulnya kembali. Aku bertanya siapa mereka keduanya menjawab pergilah, (kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menafsirkan mimpi tersebut), “ Orang yang aku lihat kepalanya dipukul , dia adalah seorang laki laki yang diajarkan alquran oleh Allah lalu dia melalaikannya diwaktu malam, dan tidak melaksanakannya disiang hari. Dia akan dilakukan seperti itu sampai hari kiamat” (HR Bukhari : 1386).

Contoh bentuk pengamalan al Quran adalah dengan menjauhi larangan dan menunaikan perintah, serta berhukum dengan al Quran.

Misalnya ketika Allah mengharamkan riba, maka iapun menjauhinya, tidak melakukan praktik riba, demikian juga keharaman keharaman yang lain seperti berzina, minum khamer, demikian juga dalam hal menunaikan perintah perintah yang terdapat dalam al Quran, maka demikianlah bentuk mengamalkan al Quran, dan diantara perintah terbesar adalah perintah mentauhidkan Allah dalam beribadah, perintah mencontoh Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- dalam mengamalkan ibadah, dan diantara larangan terbesar adalah larangan berbuat syirik dalam beribadah kepada Allah. Demikianlah, semoga kita termasuk orang orang yang mengamalkan dan berhukum dengan al Quran, dan senantiasa berinteraksi dengannya, Wallahu a'lam.

✍ Abu Ghozie As Sundawie


Donasi operasional Darul Tahfidz Al Kausar Yatim Dhuafa

YAYASAN ARISAN NASI INDONESIA
Bank Mandiri 1340010363041

Syukron Jazakumullahu Khairan barakallahu fikum

Contact Us :
WhatsApp : 081289851319
Facebook : Arisan nasi
Instagram : Darul Tahfidz Al Kausar
YOUTUBE : Yayasan Arisan Nasi Indonesia
Email : Arisannasi@gmail.com
Website : http://www.arisannasi.org

0 Comments