Tanya ustadz - Apakah hewan juga di hisab ???
Pertanyaan
Assalamu'alaikum .
Maaf saya maua tanya ustadz, dulu pernah ada temen yg entah dapat dorongan dari mana sampai bilang, sepertinya enak jadi binatang ya, tidak usah mempertanggungjawabkan perbuatannya baik di akhirat maupun di dunia. Saya bilang nikmat diciptakan menjadi manusia adalah hal yang sangat luar biasa yang harus di syukuri dengan amat sangat.
Masalah tanggung jawab itu tidak ada apa apa nya dengan nikmat sebagai manusia. Ibarat tanggung jawab itu kalau dinominalkan 10 kalau nikmat itu triliunan. Kan 10 itu gak ada apa apa nya.
Apakah jawaban yang saya sampaikan sudah benar ustadz ?
Kalau tepat apakah jawaban itu cukup ? Saya khawatir ada yang kembali bicara hal serupa, tapi jawaban saya takut salah dan kurang pas. syukron ustadz sebelum nya Jazakallah khoir
Wa'alaikumussalam
Dari NN - Crb
Jawaban
Bismillah
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Benar terkadang orang yang tidak sabar menghadapi ujian didunia berucap dengan sesuatu yang tidak benar. Yaitu merasa dizolimi atau harus tanggung jawabnya banyak. Seandainya boleh ingin jadi tanah saja katanya.
Itu merupakan ucapan kekufuran dan dihindari , semua makluk akan di minta pertanggungjawabannya termasuk hewan , semua di adili , Bahkan kambing yang menanduk kambing lain akan di qishos
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يحشر الخلق كلهم يوم القيامة البهائم و الدواب و الطير و كل شيء فيبلغ من عدل الله أن يأخذ للجماء من القرناء ثم يقول : كوني ترابا؛ فعند ذلك يقول الكافر: يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا
Semua makhluk akan dikumpulkan pada hari kiamat, binatang, hewan liar, burung-burung, dan segala sesuatu, sehingga ditegakkan keadilan Allah, untuk memindahkan tanduk dari hewan hewan bertanduk ke yang tidak bertanduk (lalu dilakukan qishas). Kemudian Allah berfirman, “Kalian semua, jadilah tanah.” Di saat itulah orang kafir mengatakan, “Andai aku jadi tanah.” (HR. Hakim 3231 dan dishahihkan ad-Dzahabi).
Binatang dibangkitkan oleh Allah, bukan untuk dihisab amalnya, karena mereka bukan mukallaf (makhluk yang mendapatkan beban syariat). Namun mereka dikumpulkan untuk diadili dengan dilakukan qishas, pembalasan untuk kedzaliman yang terjadi antar-binatang. hanya saja setelah itu kembali jadi tanah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
“Sungguh semua hak akan dikembalikan kepada pemiliknya pada hari kiamat. Sampai diqishas kambing yang tidak bertanduk kepada kambing yang bertanduk.” (HR. Ahmad 7404 & Muslim 6745)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يحشر الخلق كلهم يوم القيامة البهائم و الدواب و الطير و كل شيء فيبلغ من عدل الله أن يأخذ للجماء من القرناء ثم يقول : كوني ترابا؛ فعند ذلك يقول الكافر: يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا
Semua makhluk akan dikumpulkan pada hari kiamat, binatang, hewan liar, burung-burung, dan segala sesuatu, sehingga ditegakkan keadilan Allah, untuk memindahkan tanduk dari hewan hewan bertanduk ke yang tidak bertanduk (lalu dilakukan qishas). Kemudian Allah berfirman, “Kalian semua, jadilah tanah.” Di saat itulah orang kafir mengatakan, “Andai aku jadi tanah.” (HR. Hakim 3231 dan dishahihkan ad-Dzahabi).
Wallahualam bissawab
Dijawab oleh Ust, Sahdian Abu Jafar
dan dari sumber https://konsultasisyariah.com/26018-apakah-binatang-juga-dihisab.html
#kajian #sunnah #tanyaustad #cirebon #muslimharustahu #haloustadz #ustadzmenjawab #ilmusyari #konsultasiustadz #tanyajawabislam #kajian #sunnah #salaf #tausiah #sesuaialqurandansunnah
