Inilah 5 kiat agar bisa bersyabar , ridha dan bersyukur

 


 

Pertanyaan

Bismillah

Assalamualaikum pak ustad. Ijin bertanya, saya kan punya sifat tidak sabaran. Sehingga saya sering berdoa minta diberi sifat sabar dalam menghadapi siapapun, dan sikon apapun. Tapi doa saya dikoreksi oleh teman. Kata temen saya, kalau kita berdoa minta diberi kesabaran nanti malah kita terus dikasih ujian. Jadi kata dia, sebaiknya kita berdoa minta dihilangkan sifat gak sabarnya. Bagaimana menurut pandangan pak ustad. Mohon pencerahannya. Jazakallah khoiron

Dari Nn -  Crb

Jawaban 

Wa'alaikumussalam 
Boleh kita berdo'a minta memiliki sifat sabar karena sifat sabar adalah sifat mulia yang Alloh berikan kepada hamba pilihan Alloh dari kalangan nabi dan rasul sholawatullohi 'alaihim.

Dan perkataan temannya itu tidaklah benar. Karena dia menganggap ujian datang karena kesabaran. Padahal semua sisi kehidupan kita ini adalah ujian. Dan kita butuh kesabaran dan Istiqomah. Dan Alloh adalah Ash-Shobuur = Yang Maha Pemberi Sabar.
 Wallahualam bissawab  

Dijawab oleh Ust, Sahdian Abu Jafar



 Lima Kiat untuk Bisa Sabar, Ridha, Hingga Bersyukur

  1. Melihat kepada pilihan Allah, pasti Allah memilih yang terbaik untuk kita.

Dari Shuhaib, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999 ) 

        2. Mengingat bahwa dengan adanya musibah itu akan menghapuskan dosa. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

“Ujian akan selalu bersama dengan orang beriman lelaki maupun perempuan, baik pada dalam diri, anak, dan hartanya, sampai dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai satu kesalahan pun.” (HR.Tirmidzi, no. 2399; Shahih Ibnu Hibban, 2924. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

        3. Kalau kita memandang musibah yang menimpa kita masih lebih ringan dan Allah masih 
            menyayangi kita, sedangkan musibah yang menimpa lainnya lebih berat.

        4. Hendaklah melihat pada akibat dari musibah, karena musibah tersebut membuat kita rajin 
            berdzikir, berdoa, dan semakin kepada Allah.

        5. Mengingat pada balasan sabar dan ridha begitu besar.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ اللهَ – عَزَّ وَجَلَّ – يَقُولُ لأَهْلِ الجَنَّةِ : يَا أهْلَ الجَنَّةِ ، فَيقولُونَ : لَبَّيكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ ، فَيقُولُ : هَلْ رَضِيتُم ؟ فَيقُولُونَ : وَمَا لَنَا لاَ نَرْضَى يَا رَبَّنَا وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أحداً مِنْ خَلْقِكَ ، فَيقُولُ : ألاَ أُعْطِيكُمْ أفْضَلَ مِنْ ذلِكَ ؟ فَيقُولُونَ : وَأيُّ شَيءٍ أفْضَلُ مِنْ ذلِكَ ؟ فَيقُولُ : أُحِلُّ عَلَيكُمْ رِضْوَانِي فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أبَداً

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jallaberkata kepada penghuni surga, “Wahai penghuni surga.” Mereka berkata, “Kami memenuhi panggilan-Mu, kami mentaati-Mu.” Allah berfirman, “Apakah kalian ridha (puas)?” Mereka menjawab, “Kenapa kami tidak ridha (puas) sementara Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun dari ciptaan-Mu.” Maka Allah berfirman, “Maukah Aku berikan kepada kalian yang lebih baik dari ini?” Mereka berkata, “Adakah yang lebih baik dari ini?” Allah berfirman, “Aku telah menurunkan kepada kalian keridhaan-Ku, maka Aku tidak akan marah kepada kalian setelah ini selama-lamanya.” (HR. Bukhari, no. 6549, 7518 dan Muslim, no. 2829)
Lima kiat di atas dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam fatawanya.

sumber dari  rumaysho.com/18216-tsalatsatul-ushul-bagaimana-kiat-bersabar.html

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url